acikahananelyasya

Tips Memilih Sekolah Anak SEKOLAH UNTUK ANAKKU

(dimuat di School News PG Rumah Kita, Bogor, June 07) Bulan-bulan ini pasti banyak orang tua yang sudah mulai hunting sekolah-sekolah untuk anak-anaknya. Termasuk banyak orang tua dari murid-murid di Rumah Kita yang di tahun ajaran mendatang ini meninggalkan Rumah Kita untuk masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yaitu TK. Anak usia TK termasuk dalam kelompok anak usia dini (2-6 tahun) dengan karakteristik berikut : ada usaha anak untuk mengendalikan lingkungan dan mulai menyesuaikan diri secara sosial, menunjukkan ketertarikan atau keingintahuan tentang lingkungan sekitarnya, dan kecenderungan anak untuk mengikuti cara berbicara atau perilaku orang-orang di sekitarya, dan mulai tampak kreativitas pada diri anak. Dan memang itulah tugas perkembangan seorang anak usia dini. Berdasarkan karakteristik ini, kiranya penting bagi orang tua untuk mencari sekolah yang menunjang karakteristik perkembangan anak usia tersebut. Sehingga kegiatan mencari informasi dari berbagai sumber (mulai dari sharing pengetahuan dengan ibu-ibu lain, tanya-tanya saudara, tetangga, sampai datang sendiri ke sekolah incaran untuk mencari info kurikulum, fasilitas belajar mengajar dan bermain, sampai bentuk bangunan dan yang tak kalah penting adalah uang pangkal dan uang bulanan), menjadi lebih terarah. Informasi yang penting diketahui adalah : 1. Perhatikan kurikulum sekolah, materi dan cara penyampaian materi. Seharusnya kurikulum, materi dan teknik pengajaran mengacu pada tugas perkembangan anak usia dini dan disampaikan dalam suasana bermain yang riang, santai namun juga disiplin secara tepat. Jangan ragu untuk meminta penjelasan mengenai kurikulum, materi, dan teknik yang tidak anda mengerti. Sekolah yang baik dengan senang hati akan menyertakan maksud dan tujuan masing-masing modul. 2.Frekuensi kelas yang disediakan harus sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan murid-murid, sesuai kelompok usianya. Untuk usia 4-6 tahun atau TK, frekuensi yang sesuai adalah tiga hingga 5 kali seminggu, masing-masing dua jam. 3.Perhatikan lokasi, fisik bangunan dan fasilitas yang ada. a. Lokasi sekolah penting menjadi pertimbangan karena jauh dekatnya lokasi dapat mempengaruhi kondisi dan perkembangan anak. Dengan kendaraan pribadi atau antar jemput, anak tetap akan merasa lelah jika jarak rumah dan sekolahnya jauh. Malah, sebetulnya, menggunakan antar jemput cenderung lebih membuat anak-anak tidak dapat beristirahat karena ada teman-teman yang menggodanya untuk terus bermain. Dengan jarak yang jauh, berarti anak harus bangun lebih pagi. Berarti pula waktu istirahatnya mungkin sekali berkurang. Akibatnya, di sekolah anak menjadi mudah mengantuk, mudah lelah, mudah marah yang semuanya berdampak buruk bagi aktivitasnya dalam belajar maupun bersosialisasi.Pulang sekolah, anak lelah dan ingin cepat beristirahat. Bisa jadi, anak pun menghabiskan makan siangnya di dalam kendaraan. Akibatnya, anak menjadi letih berlebihan, tidak fit, mudah marah dan melakukan aktivitas dalam sisa harinya dengan konsentrasi lemah. Selain itu perhatikan factor keamanan, dekat tidak dengan jalan raya, pagar, satpam, dekat rumah sakit, pasar, dll. b. Kondisi fisik sekolah penting diperhatikan karena menyangkut keamanan dan kenyamanan dalam proses belajar mengajar. Rinciannya : 1. Faktor terakhir yang sebetulnya paling penting adalah kebersihan. Terutama ruang kelas, kantin, kamar mandi dan tempat sampah. 2. Lahan yang cukup besar dan bebas dari bahaya (tidak banyak kaca, tidak ada benda-benda tajam –misalnya kayu berpaku bekas bangunan-, tidak ada binatang liar / buas, mainan yang aman dan tidak ada benda tajam atau cat yang berbahaya – ayunan dari plastik yang kuat, mobil-mobilan yang tidak mudah rusak, sepeda yang bekerja dengan baik ) untuk melatih kemampuan motoriknya. 3. Kamar mandi khusus anak-anak Peralatan kamar mandi dalam ukuran kecil dan tinggi yang sesuai dengan tinggi rata-rata anak, 4. Adanya aliran udara yang baik dan sinar matahari yang cukup terutama di ruang kelas dan ruang bermain. Karena di kedua tempat inilah anak paling banyak menghabiskan waktunya selama di sekolah. 5. Ruang kelas memiliki tata ruang yang lega dan menyenangkan. Standar ukuran ruang adalah jumlah anak dikali satu meter persegi. Dengan asumsi setiap anak membutuhkan satu meter persegi untuk leluasa bergerak. 6. Kantin bersih dan sehat, bebas dari jajanan yang mengandung MSG atau makanan tidak sehat lainnya. 7. Biaya. Orang tua sering terkecoh dengan anggapan bahwa semakin mahal sekolah semakin canggih dan terpercaya sekolah tersebut. Padahal tidaklah demikian. Kecanggihan suatu sekolah bukanlah dilihat dari biaya untuk dapat bersekolah di situ, tapi oleh materi dan metode pembelajaran yang tepat bagi murid-muridnya. Walaupun, tak dapat dipungkiri, biaya yang tinggi seharusnya diwujudkan dalam kondisi fisik sekolah yang ideal, fasilitas yang memuaskan, dan guru-guru yang terpercaya. Satu lagi yang harus dicermati adalah jaminan atau upaya ketersediaan biaya sekolah bagianak hingga setinggi-tingginya. Jangan sampai biaya habis ketika anak akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi hanya karena salah strategi dengan memilih pendidikan dasar dengan biaya tinggi yang membutuhkan usaha ekstra untuk pengadaannya. Sehingga tidak tersisa biaya lagi untuk selanjutnya. Setelah kegiatan panjang mulai dari mempertimbangkan perlu tidaknya si kecil masuk sekolah, macam sekolah yang dicari, sampai mengumpulkan berbagai informasi yang diperlukan, maka akhirnya tibalah saatnya anda menyiapkan buah hati anda untuk bersekolah. Apa saja yang perlu anda siapkan : 1.Kondisi mental. Ini berlaku bagi anda sebagai orang tua dan anak anda. Mencakup di dalamnya kondisi emosi anak. Bagi orang tua, anda harus menyiapkan diri untuk melepas anak anda , walau hanya beberapa jam beberapa hari seminggu, berada di bawah pengawasan orang lain. b.Beberapa waktu sebelum anak mulai bersekolah, rajin-rajinlah bercerita tentang sekolah dan kondisi yang akan dihadapi anak. Ceritakan bahwa ia tidak lagi pergi bersekolah di sekolah yang sekarang, tapi di TK Anu. Bahwa ia tidak lagi bertemu dengan Atya, Sekar, Rayhan atau lainnya,juga tidak ada lagi bu Wini, Bu Ira atau Bu Tisna, tapi akan bertambah teman lain dan juga guru lain. Jika mungkin, mintalah waktu pada sekolah tujuan agar anak dapat mengikuti kelas percobaan. Lihat reaksi anak, apakah ia suka dan cocok sekolah di situ. 2. Kondisi Fisik. Anak usia prasekolah cenderung memiliki daya tahan tubuh yang masih lemah. Karena itu penting sekali untuk menyiapkan kondisi fisik yang prima ketika anak akan sekolah. Karena akan berpengaruh pada kemampuannya menyerap materi pelajaran dan sosialisasinya.Maka dari itu penting bagi orang tua untuk : 1.Memberikan makanan dan minuman kaya gizi agar kondisi fisik anak prima. 2.Memberikan waktu istirahat yang cukup. 3.Segera membawa anak ke dokter jika terkena penyakit 4.Tidak menyekolahkan anak ketika anak sakit atau menjelang sembuh. Anak yang belum sembuh betul tapi sudah beraktivitas, akibatnya akan mudah terserang penyakit lagi. Selain itu, ia dapat menularkan penyakitnya pada anak lain. 2.Kognitif. Mulailah mengajari anak untuk melakukan sendiri kegiatan pribadi yang mudah. Misalnya mencuci tangan, menyuap makanan, dan minum. Namun, tetap harus diingat bahwa mengajari keterampilan ini harus dilakukan dengan perlahan dan sabar dan tidak akan berhasil dalam waktu singkat. 3. Motorik. Membantu perkembangan motorik halus dan kasar yang sesuai dengan usianya untuk kelancarannya di sekolah dengan permainan yang menunjang. Pada usia TK seorang anak diharapakan mampu berlari, melompat menendang, melempar bola, memegang alat tulis, memegang sendok dan garpu, menggambar bola, segi empat, meremas kertas, membalik halaman buku, menyusun balok dan lainnya. Akhirnya,setelah anak siap dan sekolah baru sudah dipilih, maka kini tibalah waktunya berpisah dengan teman-teman dan guru-guru tercinta. Selamat masuk ke tahap perkembangan selanjutnya. Labels: Sekolah, tulisan posted by Dian Ibung @ Sunday, February 03, 2008 0 Comments: Pos

SATUAN KEGIATAN HARIAN

Kelompok  :  A

Semester    : I

Pekan           : 3 pekan

Tema            : Diri sendiri

Sub Tema  : Mengenal diriku, Mengenal tubuhku,Kesukaanku

Indikator Kegiatan Pembelajaran
  • Menyanyi lebih dari 20 lagu anak
  • Berdo’a sebelum dan sesudah kegiatan
  • Menyebutkan kata-kata yang mempunyai suku kata yang sama, misalnya kaki – kali, nama – sama, dan lain-lain
  • Membuat berbagai bentuk dengan menggunakan Plastisin, Play Dough, atau tanah liat
  • Memasangkan benda sesuai dengan pasangannya
  • Mewarnai gambar sederhana dengan rapi
  • Menyanyi lagu-lagu keagamaan
  • Berdo’a sebelum dan sesudah kegiatan
  • Membersihkan diri sendiri tanpa bantuan
  • Berdo’a sebelum dan sesudah kegiatan
  • Menyanyikan lebih dari 20 lagu anak
PEMBUKAAN

  • Anak – anak berbaris di halaman
  • Anak – anak menyanyi lagu mars TK
  • Anak – anak menyanyi lagu Indonesia Raya
  • Anak – anak duduk di karpet
  • Guru mengucapkan salam
  • Anak – anak berdo’a sebelum belajar
  • Tanya jawab tentang menyebutkan hari, tanggal, dan tahun
  • Tanya jawab tentang kata-kata yang sejenis. Misalnya : nama – mama, siapa – papa.
  • Praktek langsung : membuat lingkaran membentuk kepala

INTI

  • Pemberian tugas : Memasangkan benda sesuai dengan pasangannya, misalnya : telinga – cotton buds
  • Guru memberikan contoh cara menarik garisnya
  • Pemberian tugas : Mewarnai bentuk kepala. Guru menyiapakan gambar kepala dan mewarnainya

ISTIRAHAT

  • Guru menyiapkan ember dan lap tangan
  • Guru meminta anak untuk menyiapkan makanan atau bekalnya
  • Anak – anak menyanyikan lagu sebelum makan
  • Anak – anak membaca basmallah
  • Guru memimpin membaca do’a sebelum makan dan minum
  • Anak – anak dengan tertib mencuci tangan
  • Anak – anak merapikan makanan
  • Guru memimpin membaca do’a sesudah makan dan minum

PENUTUP

  • Anak – anak duduk di karpet
  • Anak – anak menyanyikan lagu sebelum pulang
  • Berdo’a sebelum pulang
  • Evaluasi kegiatan
  • Pulang

Menjadi guru taman kanak-kanak yang profesional, bisa tidak ya? Tapi setelah membaca tulisan Ibu Netty Gan ini sepertinya harus lebih banyak belajar lagi.

Oleh : Netty Gan

Pendidikan Taman Kanak-Kanak adalah pendidikan yang paling awal dalam kehidupan bersekolah seorang anak. Pendidikan taman kanak-kanak dimulai pada saat anak berumur 4 sampai dengan 6 tahun. Sebagai guru yang pertama sekali dikenal anak-anak tentu seorang guru TK mempunyai peranan yang sangat penting dalam masa tumbuh kembang anak. Kita tentu ingin agar anak-anak murid kita bisa menjadikan kita panutan dan mengingat kita sebagai guru pertamanya ketika dia beranjak besar nanti.

Hal terpenting bagi seorang guru TK agar bisa disebut guru TK yang professional  adalah harus mencintai anak-anak dan pekerjaannya. Karena hanya dengan perasaan sayang pada murid-murid kita, maka mereka akan dekat dengan kita dan menganggap kita sebagai orang tua pengganti di sekolah.

Dalam prakteknya hal yang bisa dilakukan seorang guru TK profesional di sekolah adalah sebagai berikut :

  1. Harus sabar dan ramah

Setiap pagi ucapkan salam pada saat anak-anak sampai di sekolah. Ucapkan dengan tulus dan muka tersenyum ceria. “Selamat Pagi Sayang”. Selalu pergunakan kata-kata positif dan indah, misalnya : sayang, pintar, ganteng, manis cantik dsb. Karena menurut para ahli, kata-kata yang indah dan lembut akan membuat anak merasa diperhatikan, terlindungi dan disayangi.

Seorang guru TK juga harus sabar dalam memberikan bimbingan dan pengajaran pada murid-muridnya.  Kesabaran adalah kunci utama untuk  menjadi guru TK professional karena tanpa kesabaran pasti kita tidak akan berhasil mengajar murid-murid TK dari tidak bisa menjadi bisa.

  1. Harus Kreatif

Anak-anak pada usia 4-6 tahun adalah masa di mana anak-anak itu senang bermain, sehingga biasanya mereka selalu tertarik apabila diberi permainan-permainan. Pada usia ini, mereka juga mudah bosan. Untuk menyikapi hal tersebut di atas, maka sebagai seorang guru TK, kita harus bisa melihat mood anak. Bila anak itu sudah jenuh dengan kegiatan yang kita berikan, maka kita harus bisa mencari kegiatan lain yang dapat mengembalikan konsentrasi dan minat mereka. Sehingga kita sebagai guru harus mempunyai ide-ide kreatif untuk menghalau rasa bosan mereka.

  1. Harus Rapi

Seorang guru TK harus mempunyai sifat  rapi diri dan rapi lingkungan.

Rapi diri maksudnya harus tampil rapi, harum dan bersih setiap hari karena seorang guru TK tidak hanya berdiri atau duduk di depan kelas, melainkan harus berinteraksi langsung dengan murid-muridnya. Misalnya dengan memberi pelukan atau belain kepada mereka. Kalau gurunya bajunya tidak diganti tiga hari lalu memeluk murid-muridnya, tentu saja murid akan merasa tidak nyaman.

Rapi  lingkungan maksudnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan yang akan dipakai pada saat memberikan pengajaran. Misalnya dengan menjaga kebersihan ruang kelas yang dipakai sehari-hari, di hias dengan beraneka gambar-gambar yang menarik anak untuk nyaman dan betah berada di ruangan tersebut.

  1. Harus Up to Date

Seorang guru TK profesional tidak boleh ketinggalan zaman, harus terus melihat, belajar dan mengetahui tentang perkembangan dunia anak-anak agar bisa memasukaanya dalam pengajaran sehari-hari. Misalnya : Sekarang ini anak-anak lagi gemar karakter Ben 10 , Ba Ku Gan dan lain-lain. Guru harus tahu alur cerita tokoh kesayangan anak-anak murid itu agar anak-anak senang dan dapat saling bertukar cerita.

  1. Harus Sadar Diri

Sadar diri berarti sebagai seorang guru kita juga bukan orang yang paling tahu, paling benar dan paling pintar. Kita harus sadar diri bahwa kita adalah orang biasa yang harus banyak belajar dan tidak luput dari kesalahan. Kita harus bisa menerima masukan dan kritikan baik dari pihak kepala sekolah, rekan kerja kita ataupun orang tua murid. Kalau melakukan kesalahan kita harus minta maaf dan berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan kita lagi.

Seorang guru Profesional adalah sumber pembelajaran bagi murid-muridnya, sehingga dia tidak akan berhenti belajar. Guru Profesional mengajar karena panggilan jiwa, karena ada kepuasan bathin, bukan karena materi. Seorang Guru profesional harus bisa mengajari anak muridnya seluruh pelajaran yang berguna untuk aspek kehidupannya nanti.

Bila kita sudah berhasil menjadi seorang guru yang profesional , maka pasti kita akan diingat oleh murid-murid kita sepanjang waktu. Kita akan dicintai dan disayangi oleh mereka. Satu tujuan kita yaitu kita mengajar dari hati, kita ingin memberikan yang terbaik bagi murid-murid kita.

Sehingga apabila suatu saat anak-anak itu dewasa dan mereka ditanya “Siapa guru yang paling anda ingat?” Jawabannya adalah  NAMA ANDA

Sumber :

http://forumpaudkabupatenbekasi.blog.dada.net/post/1207123094/Menjadi+Guru+Taman+Kanak-Kanak+Profesional.html?usermessage=Komentar%20anda%20telah%20disetujui!&errorcode=1&cap=1–ZQG2#commentil

Mencoba berbagi informasi, dari sebuah tulisan di http://baitijannati.wordpress.com. Yang di tulis oleh Oleh: Ummu Azkiya

Menjadi orangtua pada zaman globalisasi saat ini tidak mudah. Apalagi jika orangtua mengharapkan anaknya tidak sekadar menjadi anak yang pintar, tetapi juga taat dan salih. Menyerahkan pendidikan sepenuhnya kepada sekolah tidaklah cukup. Mendidik sendiri dan membatasi pergaulan di rumah juga tidak mungkin. Membiarkan mereka lepas bergaul di lingkungannya cukup berisiko. Lalu, bagaimana cara menjadi orangtua yang bijak dan arif untuk menjadikan anak-anaknya taat pada syariah?

Asah Akal Anak untuk Berpikir yang Benar
Hampir setiap orangtua mengeluhkan betapa saat ini sangat sulit mendidik anak. Bukan saja sikap anak-anak zaman sekarang yang lebih berani dan agak ‘sulit diatur’, tetapi juga tantangan arus globalisasi budaya, informasi, dan teknologi yang turut memiliki andil besar dalam mewarnai sikap dan perilaku anak. Baca entri selengkapnya »

TEMA : Air, udara dan Api

API

Api-api tak ada asap
kalo tak ada api
apa-api berbagai pungsi
menumis , menggoreng , menanak nasi
manfaat api banyak sekali…..

————————————————————————————–

BALON

Maa..ma,ma..ma..ma
belikan itu dong ma..
balon ngek-ngok namanya
yang warna merah

maa…ma, balonnya bersuara
ngek..ngek..ngak
ngek..ngak ngek..ngek ngok…
nyaring bunyinya…..

ngek…ngak… ngek…ngok…
bunyi balonku
ngek…ngak…ngek…ngok…
senang hatiku

TEMA : Alat Komunikasi

TERASA DEKAT

Yang jauh terdengar dekat
Yang jauh terlihat dekat
Telepon dan Televisi
Alat komunikasi

Terdengar dan terlihat di depan mata
Segala berita suka dan duka
Kemajuan teknologi
Kemajuan alat komunikasi